Ticker

6/recent/ticker-posts

RAHMAYADI KETUA LSM FAAM SULSEL PASANG BADAN DUKUNG IPTU ZAENAL! ISU KEDekatan DENGAN S ALIAS DG ML DIBANTAH KERAS, PENYEBAR TUDINGAN DITANTANG BUKTIKAN!



Tcm Makassar.,- Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Aspirasi Advokasi Masyarakat (LSM FAAM) Sulawesi Selatan, Rahmayadi, secara tegas menyatakan dukungan terhadap klarifikasi Kanit II Satresnarkoba Polrestabes Makassar, Iptu Zaenal, yang membantah isu dugaan kedekatan dirinya dengan seorang pria berinisial S alias Dg. ML.
Rahmayadi menilai klarifikasi terbuka yang disampaikan Iptu Zaenal di lantai II Satresnarkoba Polrestabes Makassar pada senin 2/11/2026, merupakan langkah tepat untuk meluruskan informasi yang dinilai telah menyeret nama baik seorang anggota Polri.(4/11/2026).


Menurutnya, setiap tudingan yang menyangkut integritas dan profesionalitas aparat penegak hukum harus didasarkan pada bukti dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar isu atau opini yang berkembang di ruang publik.
"Kami dari LSM FAAM Sulsel mendukung klarifikasi Iptu Zaenal. Beliau sudah menyampaikan bantahan secara terbuka, menyatakan informasi tersebut tidak benar atau hoaks, bahkan menyatakan kesiapannya untuk diklarifikasi oleh Propam. Kalau memang ada tuduhan, silakan buktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku," tegas Rahmayadi.

KLARIFIKASI KELUARGA JUGA MENJADI SOROTAN

Rahmayadi turut menyinggung adanya video klarifikasi dari seorang perempuan bernama Supriani alias S, yang disebut sebagai adik kandung S alias Dg. ML.
Dalam video tersebut, menurut informasi yang disampaikan kepada FAAM, Supriani menyatakan bahwa Iptu Zaenal tidak pernah bertemu dengan saudaranya.
Bagi Rahmayadi, keterangan tersebut perlu menjadi bagian dari informasi yang diuji dan dikonfirmasi secara objektif agar persoalan ini tidak berkembang menjadi penghakiman sepihak.

TANTANGAN TERBUKA: JANGAN HANYA MENEBAR TUDINGAN, TUNJUKKAN BUKTI!

Rahmayadi juga mengapresiasi pernyataan Iptu Zaenal yang secara terbuka menantang agar dirinya dipertemukan dengan orang yang dimaksud.
"Kami juga menantang pihak-pihak yang menyebarkan tudingan tersebut. Kalau memang memiliki bukti, silakan tunjukkan dan laporkan melalui Propam. Jangan membangun opini seolah-olah sebuah tuduhan sudah menjadi fakta. Nama baik seseorang tidak boleh dipertaruhkan hanya karena informasi yang belum terbukti," ujarnya.


Ia menegaskan, kritik terhadap institusi kepolisian merupakan bagian dari kontrol sosial. Namun, kritik harus tetap mengedepankan fakta, verifikasi, dan prinsip keberimbangan.

FAAM SOROTI DUGAAN FOTO EDITAN YANG SERET ANGGOTA POLISI

Selain persoalan Iptu Zaenal, Rahmayadi juga menyinggung beredarnya foto yang disebut-sebut telah diedit dan menyeret nama anggota Satresnarkoba Polrestabes Makassar, termasuk Brigpol L, yang sebelumnya membantah bahwa sosok dalam foto tersebut adalah dirinya.
Menurut Rahmayadi, apabila benar terdapat manipulasi foto dan penyebaran informasi yang tidak sesuai fakta, persoalan tersebut perlu ditelusuri secara serius.
"Kami tidak ingin ada anggota Polri yang menjadi korban fitnah melalui foto editan maupun pemberitaan yang tidak terverifikasi. Sebaliknya, apabila ada anggota Polri yang terbukti melakukan pelanggaran, tentu harus diproses sesuai aturan. Jangan ada yang kebal hukum, tetapi jangan pula ada yang dihukum oleh opini," tegasnya.

FAAM: DUKUNG POLRI BERSIH, TETAP JUNJUNG KONTROL SOSIAL

Di akhir pernyataannya ke Media Tcm, Rahmayadi menegaskan bahwa dukungan FAAM terhadap klarifikasi Iptu Zaenal bukan berarti memberikan kekebalan atau pembenaran terhadap siapa pun.
Menurutnya, institusi Polri harus tetap terbuka terhadap kritik dan pengawasan masyarakat. Namun, setiap informasi yang menyeret nama aparat penegak hukum wajib diuji kebenarannya secara profesional.
"Prinsip kami jelas, dukung Polri yang bersih, profesional, dan berintegritas. Kalau ada pelanggaran, tindak tegas. Tetapi kalau ada tudingan yang tidak benar, jangan biarkan fitnah merusak nama baik seseorang dan institusi. Kami ingin penegakan hukum berjalan berdasarkan bukti, bukan tekanan opini," tutup Rahmayadi.


LSM FAAM Sulsel juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang kepada pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi secara terbuka dan proporsional.


Tcm Rani/Tcm Sdj