Tcm Gowa.,- Di tengah semangat Ramadan yang sarat nilai kemanusiaan, Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia Badan Peserta Hukum untuk Negara dan Masyarakat (LMR-RI.BPH.NMS) kembali menunjukkan eksistensinya bukan sekadar sebagai lembaga, tetapi sebagai motor penggerak kepedulian sosial yang konkret dan berkelanjutan.
Bertempat di Sekretariat Komda Gowa, Jl. Abd. Muttalib Dg Narang, Pao-pao, Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Rabu (18/3/2026), LMR-RI menggelar buka puasa bersama anak yatim dan dhuafa dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan nilai kemanusiaan yang kuat. Sekaligus pengukuhan kepengurusan baru LMR-RI KOMDA GOWA di Kabupaten Gowa.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.30 WITA ini dihadiri jajaran pengurus lintas wilayah, di antaranya Ketua Komwil Sulawesi Selatan Andi Idham Jaya Gaffar, S.H., M.H., Ketua Komda Gowa Supri Dg. Mattawang, serta Ketua Komda Makassar H. Irhamsyah Gaffar, S.E., S.H. serta Ketua Investigatision dan Monitoring Bapak Syofyan Sjamsuddin S.H.
Acara diawali dengan silaturahmi dan tausiyah Ramadan yang menggugah, dilanjutkan doa bersama dan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi nyata kepedulian sosial yang menyentuh langsung lapisan masyarakat paling membutuhkan.
Namun yang menjadikan kegiatan ini memiliki bobot lebih dari sekadar agenda rutin adalah penegasan komitmen LMR-RI dalam pembinaan mu’allaf hingga ke luar negeri, tepatnya di Timor Leste menjadikan sebuah wilayah dengan dinamika sosial dan keagamaan yang tidak sederhana.
Apresiasi pun datang dari Yayasan Pembinaan Mu’allaf Al-Istiqomah Mundo Perdido Timor Timur serta Panti Asuhan/Ponpes Al-Muhajirin. Dukungan LMR-RI, khususnya dari Ketua Andi Idham Jaya Gaffar, dinilai bukan hanya simbolik, melainkan nyata dan konsisten sejak tahun 2022.
“Beliau hadir bukan sekadar nama, tetapi sebagai sosok yang memberikan dukungan moril dan materil secara berkelanjutan. Ini bukan bantuan sesaat, melainkan komitmen jangka panjang,” ungkap Ustadz Muh. Miolo.
Ia menegaskan, setiap Ramadan anak-anak binaan selalu diundang dalam kegiatan buka puasa bersama. Tak hanya itu, komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyaluran infaq rutin setiap hari Jumat yang menopang kebutuhan operasional yayasan.
“Dari konsumsi, pendidikan hingga kesehatan anak-anak, semua sangat terbantu. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk tanggung jawab sosial yang nyata,” tegasnya.
Diketahui, Yayasan Pembinaan Mu’allaf Al-Istiqomah Mundo Perdido secara resmi berdiri pada 4 Mei 2025, berakar dari perjuangan dakwah di Kampung Kaiwati, Desa Ossu Decima, Kecamatan Ossu, Kabupaten Viqueque, Timor Leste yang dimana wilayah dengan mayoritas penduduk beragama Katolik.
Di tengah tantangan sosial, tekanan lingkungan, hingga keterbatasan fasilitas, pembinaan mu’allaf tetap berjalan dengan semangat pengabdian yang tak surut sejak era konflik 1990–1999.
Harapan pun disampaikan agar sinergi ini terus diperkuat, tidak hanya dalam aspek bantuan materil, tetapi juga pembinaan hukum dan kelembagaan demi menciptakan tata kelola yang lebih profesional dan berkelanjutan.
“Kami berharap kebersamaan ini terus terjaga. Tidak hanya membantu, tetapi juga membimbing kami menuju pengelolaan yang lebih baik, adil, dan beradab,” tutup Ustadz Miolo.
Kegiatan ditutup dengan doa dan buka puasa bersama dalam suasana hangat yang mencerminkan nilai solidaritas, empati, dan pengabdian.
LMR-RI kembali menegaskan: pengabdian kepada bangsa tidak hanya diukur dari wacana, tetapi dari tindakan nyata yang hadir, membantu, dan konsisten membersamai masyarakat, bahkan hingga melintasi batas negara.
Tcm Tim/Tcm Sdj