TCM SUKOHARJO.,- Era baru perpajakan digital melalui sistem Coretax mulai mengguncang cara kerja lembaga nirlaba di Indonesia. Tak ingin tertinggal, pengurus LDII se-Solo Raya langsung bergerak cepat dengan menggelar Workshop Perpajakan Yayasan di GMB Ponpes Makmur Barokah, Sukoharjo, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan yayasan kini tak lagi bisa dilakukan secara tradisional. Sistem yang menuntut ketertiban, transparansi, dan integrasi data membuat setiap lembaga harus “naik kelas” dalam tata kelola keuangan dan aset.
Narasumber dari RAFATax Consulting, Antin Okfitasari, menegaskan bahwa status nirlaba bukan berarti bebas dari kewajiban fiskal. Justru sebaliknya, era Coretax membuat seluruh aktivitas keuangan semakin mudah terpantau.
“Era manual sudah selesai. Coretax menyinkronkan data transaksi secara otomatis. Tidak ada lagi ruang untuk administrasi yang longgar,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masalah klasik yang masih terjadi di banyak yayasan: bercampurnya keuangan pribadi pengurus dengan keuangan lembaga. Menurutnya, hal ini menjadi titik rawan yang harus segera dibenahi melalui pemisahan rekening dan pembukuan profesional.
Sementara itu, Pembina Yayasan GMB Ponpes Makmur Barokah, H. Muhtar Hartanto, menyoroti pentingnya efisiensi dalam pengelolaan aset. Ia mendorong pembentukan tim aset yang solid untuk memangkas birokrasi dan mempercepat proses administrasi, khususnya dalam urusan pertanahan.
Ia juga menekankan strategi efisiensi seperti penyederhanaan dokumen pengurusan sertifikat hingga pemanfaatan skema hibah untuk menghindari biaya ganda yang tidak perlu.
“Pengelolaan aset harus sederhana, transparan, dan tidak membebani organisasi,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, para peserta sepakat bahwa transparansi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Di tengah pengawasan digital yang semakin ketat, kepatuhan justru menjadi fondasi untuk memperkuat kepercayaan publik.
Workshop ini menjadi momentum penting bagi LDII Solo Raya untuk memperkuat integritas kelembagaan sekaligus memastikan bahwa peran sosial yayasan tetap berjalan akuntabel, modern, dan berkelanjutan.
Tcm Tim/Tcm Resky