TCM MEDAN., 5 Mei 2026- Gelombang protes terhadap PT Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel) kembali memuncak. Untuk kedua kalinya, massa dari Kelompok Masyarakat Cipta Kondisi Toleransi Tenggang Rasa Sumatera Utara menggeruduk Graha Merah Putih di Jalan Putri Hijau, Selasa (5/5/36), menuntut kejelasan atas dugaan ingkar janji perusahaan terkait dampak pembangunan menara telekomunikasi.
Aksi ini merupakan lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya pada 20 April lalu yang hingga kini dinilai tak membuahkan hasil. Massa menuding Mitratel hanya memberikan janji tanpa realisasi, memicu kemarahan warga yang merasa dipermainkan.
Koordinator aksi, Steven Hot, menegaskan bahwa kesepakatan yang sempat dibicarakan sebelumnya hanyalah upaya meredam situasi tanpa komitmen nyata.
“Mitratel ingkar janji! Tidak ada kepastian soal pencabutan kaki menara maupun ganti rugi atas kerusakan rumah warga. Ini bentuk penghinaan terhadap masyarakat kecil,” tegasnya dalam orasi.
Hal senada disampaikan Koordinator Lapangan, Daniel, yang menyebut sikap perusahaan mencederai semangat keadilan yang digaungkan pemerintah pusat. Ia bahkan mengancam akan meningkatkan eskalasi aksi jika tuntutan tetap diabaikan.
“Jika tidak ada kepastian hukum dan kompensasi, aksi akan berlanjut selama satu bulan penuh di Medan. Kami juga siap membawa massa lebih besar ke Jakarta, langsung ke kantor pusat. Jangan paksa rakyat kecil menjemput keadilan ke pusat,” ujarnya.
Massa mendesak adanya dokumen resmi yang menjamin pemenuhan tuntutan mereka, termasuk pencabutan atau penataan ulang menara serta kompensasi bagi warga terdampak.
Aksi tersebut berdampak pada kemacetan panjang di sekitar kawasan Jalan Putri Hijau. Hingga berita ini diturunkan, pihak Mitratel maupun pengelola gedung belum memberikan pernyataan resmi dan belum menemui massa aksi.
Situasi di lokasi masih memanas, dengan massa bersikeras bertahan sampai ada kepastian tertulis dari pihak perusahaan.
Tcm Tim/Tcm Raja