Ticker

6/recent/ticker-posts

“Bantaeng Darurat Sampah! Warga Mengeluh, DLH Bungkam, Surat Misterius Picu Krisis Mental”



Tcm Bantaeng.,- Kondisi kebersihan di Kabupaten Bantaeng mendadak menjadi sorotan tajam. Dalam beberapa hari terakhir, sampah rumah tangga di sejumlah titik dilaporkan tidak terangkut, memicu bau busuk dan keluhan dari masyarakat. 5/05/2026.


Situasi ini dinilai janggal. Pasalnya, selama ini Bantaeng dikenal sebagai daerah yang bersih dan asri. Citra tersebut dibangun sejak masa kepemimpinan Bupati sebelumnya, dan kini dilanjutkan oleh penerusnya. Namun, kondisi terkini justru berbanding terbalik.
“Baru kali ini terjadi seperti ini, biasanya sampah cepat diangkut. Sekarang malah menumpuk, pusing lihatnya,” ujar seorang penyapu jalan bersama warga yang enggan disebutkan namanya.


Ketiadaan informasi resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantaeng semakin memperkeruh keadaan. Masyarakat mengaku tidak mendapatkan kepastian terkait penyebab maupun solusi dari persoalan ini.



Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nasir Awing, S.Sos, justru mengirimkan sebuah dokumen melalui WhatsApp. Dokumen tersebut berisi surat pernyataan yang mengatasnamakan “pemerhati lingkungan”.
Ironisnya, isi surat tersebut tidak berkaitan langsung dengan persoalan sampah. Justru, surat itu berisi penolakan terhadap pencalonan kembali Direktur PDAM. Kejanggalan lain juga ditemukan, mulai dari nomor surat yang bertuliskan “istimewa” hingga tidak jelasnya legalitas organisasi yang mengeluarkan surat tersebut.


Lebih lanjut, Kadis DLH menyebut bahwa sejak munculnya surat tersebut, armada pengangkut sampah tidak diizinkan membongkar muatan selama tiga hari. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa kejelasan, pihaknya bersama Kasat Pol PP berencana melaporkan dugaan penghambatan tersebut.


Namun demikian, berbagai pihak menilai bahwa DLH seharusnya lebih cermat dan tidak serta-merta menjadikan surat yang tidak jelas legalitasnya sebagai dasar penghentian layanan publik.


Verifikasi terhadap lembaga pengirim, keabsahan tanda tangan, serta keberadaan stempel resmi dinilai penting sebelum mengambil keputusan yang berdampak luas.
Kondisi ini tidak hanya menghambat kinerja petugas, tetapi juga berpotensi menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi masyarakat.



Oleh karena itu, masyarakat berharap Bupati dan Wakil Bupati Bantaeng segera turun tangan mengambil langkah tegas dan solutif. Penanganan cepat dinilai penting agar krisis sampah ini tidak berlarut-larut dan merusak kualitas lingkungan serta kesehatan warga.
“Jangan sampai masyarakat jadi korban. Ini soal kesehatan dan kenyamanan bersama. Harus ada solusi nyata, bukan saling menunggu,” tegas seorang warga.


Kini, publik menanti langkah konkret dari pemerintah daerah dan aparat terkait untuk mengurai persoalan yang kian meresahkan ini agar ada kepastian dan kejelasan untuk hidup yang lebih baik lagi.


Tcm Suarni/Tcm Rifai