Ticker

6/recent/ticker-posts

Aset Negara Terancam! Ponton TI Kembali Muncul di Belakang Kampus Polman Babel, Aparat Diminta Bertindak



TCM BANGKA BELITUNG.,- Aktivitas tambang inkonvensional (TI) di kawasan belakang Kampus Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel) kembali menjadi sorotan. Meski sebelumnya sempat tidak terlihat, keberadaan ponton-ponton TI ternyata kembali ditemukan bersandar bahkan diduga masih melakukan aktivitas penambangan di kawasan tersebut.

Temuan ini terungkap saat Tim Humas Polman Babel melakukan pemantauan pada Rabu (4/11/2026). Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kawasan belakang kampus yang sebelumnya sempat terlihat bersih dari aktivitas ponton TI ternyata belum sepenuhnya terbebas dari kegiatan pertambangan.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar. Jika sebelumnya aktivitas ponton TI sempat tidak terlihat, mengapa kini kembali ditemukan? Apakah aktivitas tersebut sengaja dilakukan pada waktu-waktu tertentu agar luput dari pengawasan?

Saat dikonfirmasi tim media, Kamis (5/11/2026), Humas Polman Babel, Hadi, mengungkapkan bahwa pihaknya cukup terkejut dengan kembali ditemukannya ponton TI di kawasan tersebut.

Menurutnya, berdasarkan pemantauan sebelumnya, aktivitas ponton TI sempat tidak terlihat. Namun, setelah dilakukan pengecekan kembali, sejumlah ponton ternyata masih ditemukan bersandar maupun beraktivitas di belakang kampus.

"Kami cukup terkejut karena sebelumnya aktivitas tersebut sudah tidak terlihat. Namun, setelah dilakukan pengecekan kembali, ternyata masih ditemukan ponton yang bersandar maupun beraktivitas di belakang kampus," ungkap Hadi.

Ia menduga aktivitas pertambangan tersebut berpotensi berlangsung pada malam hari, terutama setelah jam kerja, sehingga tidak selalu terpantau ketika dilakukan pemantauan pada siang hari.

Ironisnya, hingga saat ini pihak Polman Babel belum mengetahui secara pasti siapa pemilik ponton-ponton tersebut.

JANGAN BIARKAN ASET NEGARA TERANCAM!

Hadi menegaskan, kawasan belakang kampus seharusnya terbebas dari aktivitas pertambangan yang berpotensi mengganggu lingkungan maupun mengancam keamanan aset negara.

Ia berharap tidak ada lagi kegiatan penambangan menggunakan ponton TI di kawasan tersebut. Pihak berwenang, khususnya aparat penegak hukum, juga diminta turun langsung melakukan pengecekan, penertiban, dan menghentikan aktivitas pertambangan apabila terbukti melanggar ketentuan.

"Walaupun masyarakat mencari nafkah, kami berharap aktivitas ponton TI di belakang kampus tidak dilakukan. Kami juga berharap pihak berwenang dapat turun tangan untuk menghentikan aktivitas tersebut," harapnya.

ANCAMAN ABRASI, PAGAR KAMPUS BISA MENJADI KORBAN!

Persoalan ini bukan sekadar keberadaan ponton yang bersandar di sekitar kampus. Aktivitas pertambangan yang tidak terkendali dikhawatirkan dapat memicu kerusakan lingkungan, termasuk abrasi yang berpotensi mengancam keberadaan pagar tembok kampus.

Hadi mengingatkan bahwa Polman Babel merupakan fasilitas umum milik negara yang memiliki fungsi strategis dalam dunia pendidikan. Karena itu, keberadaan dan keamanan seluruh asetnya harus menjadi perhatian bersama.

"Polman Babel merupakan fasilitas umum milik negara, khususnya di sektor pendidikan. Aset ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai aktivitas yang tidak terkendali menimbulkan abrasi dan berdampak pada kerusakan pagar tembok kampus maupun lingkungan sekitar," tegasnya.

Kini, perhatian tertuju kepada instansi terkait dan aparat penegak hukum. Masyarakat tentu menunggu langkah konkret, bukan sekadar pemantauan sesaat.

Jangan sampai aktivitas yang diduga berlangsung di kawasan belakang kampus terus berulang tanpa penanganan yang jelas. Siapa pemilik ponton-ponton tersebut? Kapan penertiban dilakukan? Dan bagaimana jaminan keamanan aset negara serta kelestarian lingkungan di kawasan itu?

Polman Babel membutuhkan perlindungan, bukan sekadar perhatian. Jangan tunggu abrasi semakin parah dan kerusakan terjadi, baru semua pihak bergerak.

Aset negara harus dijaga. Lingkungan harus dilindungi. Aktivitas yang melanggar hukum harus ditindak!


Tcm Tim/Tcm Ridho