Ticker

6/recent/ticker-posts

RAHMAYADI ANGKAT SUARA! Kritik Boleh, Fitnah Jangan! Jangan Biarkan Hoaks dan Provokasi Mengancam Persatuan NKRI



Tcm Makassar., -  Ketua LSM Forum Aspirasi Advokasi Masyarakat (FAAM) Sulawesi Selatan, Rahmayadi, menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah maraknya berbagai isu, narasi politik, serta informasi yang beredar dan dinilai berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.


Rahmayadi mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menyebarkan informasi bohong, fitnah, ujaran kebencian, maupun provokasi yang dapat mengganggu persatuan bangsa.Minggu (8/11/2026).


Menurutnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto merupakan kepala negara dan kepala pemerintahan yang memperoleh mandat melalui proses Pemilu. Karena itu, setiap dinamika politik nasional harus disikapi dengan tetap menghormati konstitusi, hukum, dan mekanisme demokrasi.

"Kritik terhadap Presiden itu sah dan merupakan hak setiap warga negara. Tetapi kritik harus disampaikan berdasarkan fakta, data, dan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kebebasan berpendapat justru disalahgunakan untuk menyebarkan fitnah dan mengadu domba masyarakat," tegas Rahmayadi.

JANGAN BIARKAN NKRI MENJADI KORBAN PERANG NARASI

Rahmayadi menilai derasnya arus informasi melalui media sosial seperti TikTok, Facebook, dan WhatsApp menuntut masyarakat semakin cerdas dalam memilah informasi.
Ia mengingatkan bahwa informasi yang belum terverifikasi tidak boleh langsung dipercaya, apalagi disebarluaskan tanpa mengetahui sumber dan kebenarannya.
Menurutnya, stabilitas nasional, persatuan masyarakat, dan kepercayaan publik merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan Indonesia.


Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa menjaga persatuan bukan berarti menutup ruang kritik terhadap pemerintah.
Justru, kritik yang objektif, pengawasan masyarakat, serta keberanian menyampaikan fakta merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi yang sehat.

"Jangan sampai rakyat diadu domba oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pendapat, bahkan berbeda pandangan terhadap kebijakan pemerintah. Tetapi jangan pernah menjadikan perbedaan itu sebagai alasan untuk merusak persaudaraan sesama anak bangsa," ujarnya.

FAAM SULSEL SERUKAN EMPAT HAL PENTING

Dalam pernyataannya, Rahmayadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran menjaga persatuan nasional melalui empat langkah penting.
Pertama, mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh program pembangunan dan kebijakan yang menyangkut kepentingan rakyat dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Kedua, melawan penyebaran hoaks, fitnah, dan informasi provokatif dengan membiasakan verifikasi sebelum membagikan informasi kepada publik.

Ketiga, mengajak seluruh pimpinan LSM, organisasi kemasyarakatan, OKP, mahasiswa, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat di Sulawesi Selatan untuk menjaga suasana kondusif serta mengedepankan dialog dalam menyikapi perbedaan.

Keempat, mengapresiasi peran TNI dan Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta keutuhan NKRI dengan tetap berpegang pada konstitusi dan supremasi hukum.

MUSUH BANGSA BUKAN PERBEDAAN, TETAPI PERPECAHAN

Rahmayadi menegaskan bahwa tantangan besar bangsa Indonesia bukan sekadar perbedaan politik, melainkan persoalan kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, kesenjangan sosial, serta berbagai persoalan pembangunan yang membutuhkan perhatian bersama.


Karena itu, menurutnya, energi masyarakat seharusnya diarahkan untuk mendorong kemajuan bangsa, memperkuat pengawasan terhadap kebijakan publik, dan memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas.


Ia juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap pemerintah harus berjalan beriringan dengan pengawasan yang kritis dan konstruktif.

"Jangan salah memahami demokrasi. Menjaga persatuan bukan berarti harus membungkam kritik. Mendukung pembangunan bukan berarti menutup mata terhadap kekurangan pemerintah. Kita harus tetap kritis, tetapi jangan kehilangan tanggung jawab kebangsaan," tutup Rahmayadi.

Di akhir pernyataannya, Ketua LSM FAAM Sulawesi Selatan itu mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan, menolak provokasi, dan menjadikan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun golongan.


NKRI adalah rumah bersama. Berbeda pendapat adalah demokrasi, tetapi menjaga persatuan adalah tanggung jawab seluruh anak bangsa.

Makassar, 8 November 2026
RAHMAYADI
Ketua LSM Forum Aspirasi Advokasi Masyarakat (FAAM) Sulawesi Selatan

Tcm Saleh/Tcm Sugiono