TCM BANTAENG.,- Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menghadiri Panen Perdana Penangkaran Padi Genjah dan Jagung hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas), Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini menjadi penanda penguatan strategi daerah menuju kemandirian benih dan swasembada pangan berbasis teknologi.
Panen perdana yang dilaksanakan di Jalan Lingkar Barat, samping Kantor KPU Bantaeng, merupakan bagian dari program pendampingan perbenihan padi Tahun Anggaran 2025 yang digagas Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng bersama Unhas.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kolaborasi Pemkab Bantaeng dengan Unhas bukan kerja sama sesaat, melainkan kelanjutan kemitraan strategis jangka panjang yang telah terbukti memberi dampak nyata bagi sektor pertanian daerah.
“Produksi pertanian kita sempat mengalami penurunan sejak 2017. Padahal pada periode 2012–2017, kita mendapat pendampingan intensif dari Unhas, mulai dari penyediaan bibit, pengendalian hama dan penyakit, pengaturan pola dan musim tanam, hingga pemilihan varietas yang tepat,” ujar Bupati.
Ia mencontohkan keberhasilan kolaborasi tersebut pada komoditas kentang, di mana Bantaeng mampu membangun laboratorium kultur jaringan sejak 2013–2014 dan memproduksi bibit sendiri, bahkan dipasarkan ke luar daerah. Keberhasilan serupa juga ditorehkan pada bawang merah dengan lahirnya varietas unggulan Lokana, yang dikenal berukuran besar, beraroma khas, dan lebih efisien dalam penggunaan pestisida.
“Ke depan, salah satu visi besar Kabupaten Bantaeng adalah menjadi kabupaten benih berbasis teknologi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Mahyudin, menyampaikan bahwa program penangkaran ini dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penyediaan benih unggul yang berkelanjutan dan dapat dikembangkan langsung oleh petani.
Dari pihak akademisi, Wakil Rektor IV Unhas Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis, Dr. Eng. Adi Maulana, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata program Unhas Berdampak, yakni menghadirkan hasil riset perguruan tinggi agar dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Panen hari ini bukan sekadar panen pertanian, tetapi panen kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang dipanen adalah Jagung JAGO, varietas hasil riset Unhas yang telah melalui proses penelitian panjang dan kini siap dikembangkan di Kabupaten Bantaeng.
“Ini bisa menjadi role model bagi daerah lain di Sulawesi Selatan, bahwa riset dapat berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dan kesejahteraan petani,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan panen perdana padi genjah dan jagung oleh Bupati Bantaeng bersama jajaran Forkopimda Bantaeng atau perwakilannya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakapolres Bantaeng Kompol Andi Ikbal, Kasi Pidsus Kejari Bantaeng Dr. Andri Zulfikar, Pasi Terdim 1410/Bantaeng Lettu Inf. Harpil, Camat Bantaeng Andi Andri Pawiloi, Lurah Lembang Dedi Anshari, jajaran pimpinan Fakultas Pertanian Unhas, para penyuluh pertanian, serta kelompok tani se-Kabupaten Bantaeng.
Tcm Suarni/Tcm Rifai