TCM TIMIKA.,- PERSINAS ASAD Kabupaten Mimika menunjukkan komitmen serius menjaga warisan budaya bangsa. Bukan dengan slogan, tapi lewat aksi nyata. Tahun 2026, PERSINAS ASAD resmi menggulirkan program pembinaan pencak silat anak usia dini bertajuk “Generasi Pendekar ASAD Cilik Timika”.
Program ini dibuka secara perdana pada Sabtu (31/1/2026) di Aula Gedung Serbaguna DKM Miftahul Huda, Jalan Hasanuddin, Kota Timika, Papua Tengah. Sejak hari pertama, atmosfer latihan sudah memancarkan semangat disiplin, kebersamaan, dan jiwa pendekar.
Latihan rutin digelar setiap Sabtu sore, menyasar anak-anak usia 5 hingga 12 tahun. Materi yang diajarkan bukan sekadar gerak dasar, melainkan jurus tunggal baku, jurus khas PERSINAS ASAD, serta Tapak 2 untuk fondasi kuat untuk membentuk pesilat tangguh sejak dini.
Namun program ini tidak berhenti pada aspek teknik bela diri. Lebih dari itu, PERSINAS ASAD menanamkan nilai persaudaraan, olahraga, kesenian, dan kerohanian sebagai satu kesatuan utuh dalam proses pembinaan karakter.
Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Mimika, Aji Siswanto Abdila, menegaskan bahwa pencak silat adalah identitas bangsa yang tidak boleh tercerabut oleh zaman.
“Pencak silat bukan hanya soal fisik. Ini warisan budaya, pembentuk mental, dan penanam akhlak. Kalau tidak dikenalkan sejak dini, kita berisiko kehilangan jati diri,” tegasnya.
Melalui program Generasi Pendekar ASAD Cilik Timika, PERSINAS ASAD menegaskan arah perjuangannya: mencetak generasi muda yang kuat raga, tajam nurani, berdisiplin tinggi, serta berakar pada budaya bangsa.
Timika pun kini bukan sekadar tempat latihanmelainkan ladang lahirnya calon-calon pendekar masa depan.
Tcm Muslimin/Tcm Ridho