TCM MANOKWARI., - Komitmen LDII dalam menjaga ketepatan penentuan awal bulan Hijriyah kembali dibuktikan. Meski harus menempuh puluhan kilometer dan menghadapi tantangan cuaca, LDII Papua Barat tetap turun langsung ke lapangan melakukan pengamatan hilal sebagai bentuk kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Berlandaskan Surat Edaran DPP LDII Nomor E-3/DPP LDII/I/2026 tertanggal 14 Januari 2026, pengamatan hilal 1 Sya’ban 1447 Hijriyah dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026 (30 Rajab 1447 H) di Pantai Warberfor, Distrik Masni, sekitar 39 kilometer dari pusat Kota Manokwari, Papua Barat.
Ketua Tim Pengamat Hilal LDII Papua Barat, H. Jati Winasis, SE., MM, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud tanggung jawab keumatan dan kebangsaan LDII dalam mendukung pemerintah, khususnya Kementerian Agama, dalam penetapan kalender Hijriyah nasional.
“Pengamatan hilal ini kami lakukan setiap akhir bulan Hijriyah, sesuai instruksi DPP.
LDII serius, konsisten, dan siap memberikan data faktual kepada pemerintah,” tegas Jati di lokasi pengamatan.
Pantai Warberfor dipilih karena dinilai strategis untuk mengamati proses terbenamnya matahari sekaligus potensi kemunculan hilal. Namun, upaya tim dihadapkan pada dinamika astronomis dan kondisi alam.
Menurut Jati, hilal belum berhasil teramati akibat pergeseran posisi terbenam matahari yang saat ini condong ke arah selatan sehingga tidak jatuh tepat di cakrawala laut.
Kondisi cuaca yang cenderung mendung turut mempersempit peluang visibilitas.
“Ini fakta lapangan. Alam tidak bisa dipaksakan. Justru dari sinilah pentingnya pengamatan langsung, bukan sekadar hitungan teoritis,” ujarnya lugas.
Meski hasil pengamatan belum menunjukkan keberadaan hilal, LDII Papua Barat tidak mundur.
Evaluasi lokasi dan kesiapan teknis langsung dilakukan sebagai persiapan pengamatan hilal 1 Ramadan mendatang.
“Kami akan memastikan lokasi pengamatan berikutnya lebih ideal dan terkondisikan dengan baik,” tambah Jati.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Papua Barat, Drs. H. Suroto, menekankan bahwa LDII terus membuka ruang kolaborasi dengan Kementerian Agama dan seluruh pemangku kepentingan dalam proses rukyatul hilal.
“LDII hadir bukan hanya untuk internal organisasi, tetapi untuk kepentingan umat dan negara. Hasil pengamatan ini akan kami sampaikan sebagai bahan informasi bagi pemerintah,” kata Suroto.
Ia berharap pengamatan hilal 1 Ramadan mendatang dapat memberikan hasil optimal demi kepastian umat Islam dalam menjalankan ibadah.
Kegiatan pengamatan ini turut dihadiri Kuatman, S.Pd. (Dewan Penasihat), Nahrowi, S.Pd. (Bendahara), serta Ust. H. Ilham Rusdi, ulama LDII, yang bersama-sama menyaksikan langsung proses rukyatul hilal di lapangan.
Dengan konsistensi pengamatan hilal hingga ke wilayah timur Indonesia, LDII menegaskan perannya sebagai ormas Islam yang aktif, ilmiah, dan bertanggung jawab, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketertiban penetapan kalender Hijriyah nasional.
Tcm Muslimin/Tcm Bintang