Ticker

6/recent/ticker-posts

PETI Madina Diduga Libatkan Oknum Kades dan Mengaku Dibekingi Jenderal, SATMA AMPI Desak Kapolres Baru Bongkar Jaringan Tambang Ilegal



Tcm Mandailing Natal.,- Dugaan praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menggemparkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Kali ini, aktivitas tambang ilegal tersebut diduga menyeret nama oknum Kepala Desa Simpang Banyak Julu, Juanda Rangkuti, yang disebut-sebut beroperasi dengan klaim adanya “backing” aparat berpangkat jenderal, sehingga terkesan kebal hukum.(23/01/26).


Isu ini memantik reaksi keras dari Bendahara SATMA AMPI Madina, Muhammad Saleh, yang menilai praktik PETI tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi telah menjelma menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga, lingkungan hidup, dan wibawa negara.
“Jika benar seorang kepala desa terlibat langsung dalam PETI dan berlindung di balik nama besar aparat, ini adalah tamparan keras bagi penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan desa,” tegas Muhammad Saleh kepada wartawan.


Menurutnya, aktivitas PETI di wilayah Simpang Banyak Julu tidak hanya merusak ekosistem sungai dan lingkungan sekitar, tetapi juga telah menelan korban jiwa. Pada tahun 2025 lalu, seorang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di lokasi PETI tersebut.


Tragedi kembali terjadi pada 23 November 2025, ketika seorang warga bernama Husnil diduga tewas setelah tertimpa batu di area tambang emas ilegal itu.
“Ini bukan lagi isu spekulatif. Ada korban jiwa. Nyawa manusia hilang akibat aktivitas ilegal yang diduga dibiarkan berlangsung. Ini harus menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum,” ujarnya dengan nada tegas.


Muhammad Saleh secara khusus menyoroti momentum pergantian pimpinan di Polres Mandailing Natal. Ia mendesak Kapolres Madina yang baru agar tidak menutup mata dan berani mengambil langkah tegas terhadap praktik PETI yang selama ini dinilai meresahkan masyarakat.
“Kami menuntut Kapolres yang baru bertindak profesional, transparan, dan tanpa kompromi. Usut tuntas dugaan keterlibatan siapa pun, baik pelaku lapangan, oknum pejabat desa, maupun pihak-pihak yang diduga menjadi backing. Hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan atau jabatan,” katanya.


SATMA AMPI Madina, lanjutnya, menyatakan dukungan penuh terhadap penegakan hukum dan mendesak pemerintah daerah bersama aparat keamanan untuk menutup seluruh lokasi tambang ilegal di wilayah Madina.
“Negara tidak boleh kalah oleh tambang ilegal. Jika dibiarkan, yang hancur bukan hanya lingkungan, tetapi juga rasa keadilan dan keselamatan rakyat. Ini ujian serius bagi aparat penegak hukum,” pungkas Muhammad Saleh.


Tcm Sdj/Tcm Raja